Alasan Masih Rekap, Capaian PAD Halsel 2021 Belum Diketahui

Halsel, Maluku Utara- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halmahera Selatan, Aswin Adam menyampaikan Pemerintah Daerah mengejar target realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di semester akhir tahun 2021.

Itu disampaikan Kepala BPKAD Halsel, Aswin Adam, saat diwawancarai di ruang kerjanya Selasa, (21/9/2021).

Aswin menyebutkan,  target capaian PAD pada APBD perubahan tahun anggaran 2021 dinaikkan sebesar Rp 19 miliar dari target PAD pada APBD induk sebelumnya yang hanya Rp 81 miliar, sehingga Pemda memasang target PAD pada APBD perubahan sebesar Rp 101.442.697.461.

Alasan kenaikan target PAD tersebut, kata Aswin, adalah strategi Pemda Halsel untuk mengoptimalkan target pendapatan dari setiap SKPD sehingga penghasilan PAD pada setiap SKPD akan dipacu untuk mendorong capaian target.

“SKPD penghasil PAD dipacu untuk genjot PAD dari sektor-sektor lain yang menjadi potensi untuk digarap demi mendokrak peningkatan PAD semester II,” terangnya.

BACA JUGA  Progres Lambat! 25 Kopdes Merah Putih di Halut Belum Maksimal, Pengurus Mulai Pesimis

Kata Aswin,  penambahan angka PAD pada APBD perubahan tersebut untuk  mengenjot PAD Halsel melalui sumber pendapatan baru dalam garapan potensi yang ada.

“Sumber pendapatan yang dapat mendongkrak PAD yaitu, pada sektor pajak penerangan jalan di kawasan industri pertambangan di Pulau Obi, pajak galian C di kawasan industri Pulau Obi, pajak restoran di kawasan industri Pulau Obi, retribusi IMB, dan pajak PBB P2 di kawasan industri Pulau Obi, retribusi Izin Mengunakan Tenaga Asing (IMTA), retribusi sektor perikanan, pajak hotel dan restoran dalam kawasan perkotaan Labuha, dan pajak reklame serta sektor pendapatan lainnya yang dimaksimalkan dalam rangka mencapai target realisasi pendapatan,” jelasnya.

Ditambahkan, capaian PAD di semester pertama sebesar Rp 30 miliar, namun sekarang sudah ada penambahan capaian pertengahan semester II sehingga totalnya sebesar Rp 50 miliar lebih, dan akan diupayakan hingga mencapai Rp 100 miliar pada akhir tahun (Desember 2021),” ujarnya.

BACA JUGA  TKD Dibatasi 30 Persen, Walikota Ternate: Porsi Belanja Pegawai Masih Tergolong Tinggi

Meski begitu Aswin belum bersedia memberikan keterangan terkait capain target PAD semester II saat dikonfirmasi berturut-turut pada Senin 27 dan Rabu 29 Desember 2021. Ia beralasan belum direkap lantaran masih banyak kesibukan lain terkait hajat orang banyak.

“Sementara lagi sibuk urus hajat hidup orang banyak,” tutur Aswin saat dimintai keterangan tentang capaian PAD semester terakhir.

Dikonfirmasi terpisah, pada Rabu (29/12/2021), Kabid pendapatan DPKAD Halsel, Rusdi, mengatakan, realisasi capaian PAD semester II belum selesai direkap. “PAD semester II sementara masih direkap, belum selesai direkap, nanti dikirim  kalo sudah selesai rekap,” kata Rusdi.

Diketahui,  PAD pada APBD induk Halsel  2021 ditargetkan sebesar Rp 81 miliar, namun pada APBD Perubahan targetnya dinaikkan menjadi sebesar Rp 101.442.697.461 ribu rupiah. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah