Progres Lambat! 25 Kopdes Merah Putih di Halut Belum Maksimal, Pengurus Mulai Pesimis

Tobelo, Maluku Utara – Program Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara, belum menunjukkan geliat ekonomi signifikan. Meski sebagian koperasi telah rampung secara administratif, aktivitas usaha di tingkat desa masih berjalan lambat.

Di wilayah Galela, sejumlah koperasi masih berada pada tahap pembangunan gerai. Ketua Kopdes Merah Putih Togawa Besi, Roy, mengakui pihaknya belum bisa memulai usaha karena pembangunan fisik belum terealisasi.

“Yang paling kami butuhkan itu pendampingan teknis. Bimtek kemarin lebih banyak soal semangat, belum masuk detail manajemen usaha dan penguatan anggota,” ujarnya kepada wartawan belum lama ini.

BACA JUGA  Sejumlah Kades di Halmahera Utara Obrak-abrik Kantor BPKAD

Secara administratif, koperasi telah menyelesaikan dokumen pendirian hingga pembukaan rekening. Lahan untuk pembangunan gerai pun telah disiapkan pemerintah desa. Namun, tanpa bangunan fisik, roda usaha belum dapat bergerak.

Roy juga menyoroti belum terlaksananya Rapat Anggota Tahunan (RAT) karena keterbatasan anggota aktif. Padahal, RAT menjadi forum penting untuk menetapkan program kerja dan pembagian sisa hasil usaha (SHU). “Rekrutmen anggota belum maksimal. Sementara sudah masuk waktu tuntutan RAT,” katanya.

Kondisi serupa terjadi di Desa Seki. Ketua Kopdes setempat, Agus, menyebut pembangunan sempat tertunda akibat persoalan lahan. Kini lahan telah tersedia, namun koperasi masih menunggu dukungan anggaran. “Kalau anggaran sudah ada, tinggal dibangun saja,” ujarnya.

BACA JUGA  Gegara Ini, Warga Dua Desa di Taliabu Juluki Kadis PUPR Penipu

Kepala Dinas UMKM Kabupaten Halmahera Utara, Rizal Hamanur, mengungkapkan dari sekitar 25 unit Kopdes Merah Putih yang telah berjalan, baru satu gerai yang rampung 100 persen, yakni di Desa Kalipitu.

Beberapa lainnya masih berada pada progres 60–70 persen, sementara sebagian baru tahap fondasi seperti Desa Ngediho dan Patang. Di Kecamatan Kao, desa-desa seperti Sosangaji, Dindim, dan Beringin juga masih dalam tahap pembangunan.

“Kami akui ada keterlambatan, bukan hanya di Halut tetapi juga secara umum di Maluku Utara,” kata Rizal, Senin (23/2/2026).

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah