Sanana, Maluku Utara- Aktifitas belajar mengajar di SMP Negeri 2 Pohea, Kecamatan Sanana Utara seakan lumpuh. Sampai sekarang kepala sekolahnya tidak aktif. Aktifitas pendidikan di sekolah tersebut saat ini dikendalikan Plh. Kepala Sekolah, Santi Buamona.
Kondisi tersebut membuat Forum Pemuda Pohea (FP2A) prihatin sehingga mengadukan kondisi belajar mengajar SMP Negeri 2 Pohea ke Plt. Kadis Pendidikan Sula, Rifai Haitami.
Itu disampaikan Ketua Fron Pemuda Pohea (FP2A) Rianto Kaunar kepada Haliyora, Jumat (16/07/2021).
“Saya selaku anak muda turut prihatin terhadap kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 2 Sanana Utara yang terlihat hampir lumpuh total. Tahun ini (2021) tidak ada lagi calon siswa mendaftar di sekolah itu. Kami minta perhatian dari Kepala Dinas Pendidikan Sula untuk turun tangan. Bila perlu mengevaluasi kepala sekolah dan guru-guru di SMP itu,” ujar Rinto prihatin
Terpisah, Plh. Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sanana Utara, Santi Buamona, saat dikonfirmasi Haliyora juga membenarkan bahwa tahun ini minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMPN 2 Sanana Utara sangat minim.
“Memang benar, tahun ini (2021) minat calon siswa untuk masuk ke SMPN 2 Sanana Utara sangat kurang. Kami tau pros belajar mengajar di sekolah ini kurang baik, sehinga minat masyarakat unutk menyekolahkan anaknya ke SMPN 2 Sanan Utara ini menurun drastis. Namun Kami juga kesulitan menghubungi kepala sekolah karena dia berada di luar daerah,” ujar Santi mengakui.
Menanggapi keprihatinan FP2A tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Sula, Rifai Haitami melakukan kunjugan ke SMP Negeri 2 Sanana Utara, dan kaget menyaksikan kondisi sekolah yang nampak tidak terurus.
“Waktu saya kelokasi tadi (kemarin, red), memang saya terheran-heran melihat kondisi sekolah itu. Pantas kalau masyarakat tidak mau sekolahkan anaknya di situ. Karena lokasi sekolahnya saja seperti hutan belantara. Orang tua sapa yang mau masukkan anaknya ke hutan,” tandas Rifai kesal.
Rifai mengtakan, setelah melihat langsung kondisi sekolah, dirinya langsung memerintahkan stafnya untuk menyurat kepada Kepala Sekolah SMPN 2 Sanana Utara
“Tadi (kemarin,red), saya sudah suru staf saya membuat surat panggilan kepada kepala sekolah SMP Negeri 2 Sanana Utara, agar secepatnya datang untuk mengevaluasi kinerja dan mencari tau apa kendalanya sehingga sekolah tidak terurus seperti itu.
Rifai juga menambahkan, pembangunan gedung SMPN 2 Sanan Utara itu atas kerja sama Indonesia-Australia.
“Bangunan Gedung SMPN 2 Sanana Utara itu dibangun atas kerjasama Indonesia-Australi. Makanya saya juga prihatin dan sangat serius memberikan perhatian karena melihat sekolah tersebut tak terurus,” pungkasnya. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!