2 Kali Mangkir Panggilan dengan Alasan Covid-19, Bendahara PUPR Halsel Akhirnya Diperiksa

  • Whatsapp
Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Halsel, Eko Wahyudi

Halsel, Maluku Utara- Tercatat dua kali manggkir dari panggilan Penyidik Kejari Halsel untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi Sewa Alat Berat di Bidang Bina Marga Dinas PUPR Halsel, kini Bendahara Dinas PUPR Kabupaten Halmahera selatan (Halsel) Wirawati Mansur telah memenuhi panggilan yang ke tiga kali dan telah diperiksa Penyidik Kejari, pada Kamis (23/09/2021)

Itu disampaikan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan Eko Wahyudi saat dikonfirmasi, Jum’at (24/09/2021)

Bacaan Lainnya

“Wirawati Mansur itu sudah dua kali mangkir dari panggilan kejaksaan dengan alasan terpapar covid-19, namun kemarin (Kamis) sudah hadir memberikan keterangan. Dengan diperiksanya bendaharan Dinas PUPR tersebut maka sudah 21 saksi dari 25 saksi yang ditetapkan kejaksaan telah diperiksa,” terang Eko.

Dijelaskan Eko, sebelumnya sudah 20 saksi yang diperiksa (dimintai keterangan). ”Selanjutnya minggu depan kita jadwalkan pemanggilan empat saksi lainnya untuk diperiksa,” tuturnya.

Lanjut Eko, jika 25 saksi sudah diperiksa barulah dilanjutkan dengan ekspos kasus ke BPK untuk mengitung kerugian negara.

“Setelah semua saksi diperiksa sebelum penetapan tersangka, eksopse ke BPKP Malut untuk menghitung kerugian negara atas kasus penyewaan alat berat di Bidang Bina Marga PUPR Halsel,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dugaan korupsi atas kasus penyewaan alat berat tersebut lantaran selama tiga tahun (2018, 2019, 2020) Bidang Bina Marga hanya menyetorkan uang hasil penyewaan alat sebesar Rp 160 juta ke Kas Daerah. Sedangkan menurut Kejaksaan seharusnya disetorkan minimal Rp 600 juta bahkan sampai miliaran rupiah. (Asbar-1)

Pos terkait