Pemda Taliabu Target PAD Rp 3 Miliar Tahun Ini

  • Whatsapp

Bobong, Maluku Utara- Kepala Bidang Pendapatan, BPPKAD Kabupaten Pulau Taliabu Ardiansyah Darwis, SE menyebutkan total target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Taliabu Tahun 2021 sebesar Rp 3.209.000.000.

Dikatakan target PAD masing-masing OPD sebagai berikut; BPPKAD menargetkan PAD sebesar Rp 2.835.000.000,00 dan telah terealisasi sebesar Rp 760.474.148,48  atau 26, 8 persen sejak Januari-31 Agustus 2021.

Bacaan Lainnya

Dinas Perhubungan menargetkan PAD sebesar Rp 5000.000, dan sudah terealisasi sebesar Rp 2.203.000, atau 44,06 persen sejak Januari-31 Agustus 2021.

DPMPTSP menargetkan PAD sebesar  Rp 3.000.000, dan sudah merealisasikan sebesar Rp 27.031.381,atau 901, 08 persen terhitung sejak Januari-31 Agustus 2021.

Dinas Kesehatan menargekan pemasukan PAD sebesar Rp 5.000.000, belum ada realisasi sejak Januari- 31 Agustus 2021 atau  0 persen.

Dinas Perindagkop targetkan PAD sebesar Rp 25.000.000, juga belum ada realisai sejauh ini atau 0 persen.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bobong targetkan PAD Rp 5.000.000, juga belum ada realisasi hingga sekarang alias 0 persen.

Dinas Kelautan dan Perikanan juga belum ada realisasikan PADnya atau 0 persen realisasi dari target Rp 2.000.000, 00.

Demikian pula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menargetkan PAD sebesar Rp 5.000.000, namun hingga kini belum ada realisasi alias 0 persen.

Sementara lain-lain pendapatan asli daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp 324.000.000, sudah terealisasi sebesar Rp 13.342.984.507, 67 atau 4,118, 21 persen per Januari-31 Agustus 2021.

“Dengan demikian total target PAD yang terealisasi dari sejumah OPD tersebut per Januari-31 September 2021 sebesar Rp 14.132.694.037, atau 440, 41 persen dari total target PAD Taliabu Tahun 2021 sebesar Rp Rp 3.209.000.000, 00. Ini merupakan  pencapaian yang sangat baik dari tahun-tahun sebelumnya, namun kita masih terus berpacu untuk menarik pajak/retribusi daerah agar PAD kita tersus bertambah. Apalagi beberapa dinas yang data realisasinya masih 0 persen itu kemungkinan sudah ada hanya belum dimasukkan,” ungkap Adriansyah. (Ham-1)

Pos terkait