Terhalang Kewenangan, Jembatan Speed Boad Lintas Morotai-Tobelo Dibiarkan Rusak

Morotai, Haliyora

Satu per satu papan jembatan di pelabuhan Speed boat Daruba, ibukota Kabupaten Pulau Morotai mulai terlepas dari rangkanya. Padahal pelabuhan speed booat itu merupakan salah satu pelabuhan utama dari dan ke Daruba.

Menurut Luksan Ditiratu, salah satu petugas KPLP pos pelabuhan Speed boat Daruba, bahwa kondisi kerusakan jembatan tersebut sudah lama.

“Sejak satu tahun lebih saya bertugas di sini, jembatan itu sudah rusak. Papan-papannya sudah mulai tabuka, tapi belum ada perbaikan hingga sekarang,” ungkapnya.

Kata dia, kalau musim ombak speed boat dari dan ke Daruba  tidak bisa berlabuh (sandar) untuk menurunkan atau menaikkan penumpang, harus berlabuh di pelabuhan terapung di Daruba pantai.

Sebenarnya, lanjut Luksan, ada dua pelabuhan speed boat di Daruba. Yang satu dibangun dengan konstruksi beton, namun sampai sekarang tidak difungsikan. “Saya tidak tau kenapa tidak difungsikan,” ujarnya kepada Haliyora di kantornya, Minggu (08/11/2020).

Hal yang sama disampaikan Hayun, salah serang pengemudi speed boat. Ia menjelaskan, jembatan yang di pelabuhan speed boat itu dibangun pada masa bupati Rusli Sibua, sekitar tahun 2012. Beberapa tahun kemudian sudah mulai rusak dan hingga kini tidak diperbaiki lagi sehingga kerusakannya tambah parah.

BACA JUGA  Soal Ancaman Tutup Toko, Distributor MK di Morotai Balik Ancam Disperindag

“Jembatan itu dibangun pada masa pak Rusli Sibua jadi Bupati. Kalau tara salah dibangun pada tahun 2012. Karena hanya pake papan dan tiang kayu jadi tara lama so rusak. Cuma tarada perhatian pemerintah untuk perbaiki lagi sampe sekarang, dan malah tambah rusak. Me kalau musim ombak kong ombak bage kamari. Tau sandiri ombak di Morotai to,” ungkap Hayun, Minggu (08/11/2020)

Lanjut Hanyun, pernah satu waktu ada petugas datang mengambil gambar, namun sebatas mengambil gambar saja. “Tidak ada lagi tindaklanjut setelah itu,” terangnya.

Baik Luksan maupun Hanyun berharap Pemda Morotai dapat memperbaiki jembatan tersebut, karena fungsinya sangat vital dalam melayani arus penumpang dari dan ke Morotai (Daruba).

Sementara, saat dikonfirmasi Haliyora via whatsapp, pada Minggu (08/11/2020), terkait kondisi jembatan tersebut, Kadis Perhubungan Ahdad Hi. Hasan saat menjelaskan, jembatan kayu di pelabuhan Speed booat Daruba itu dibangun oleh PU Provinsi Maluku Utara, sementara pelabuhan speed boat terapung adalah proyek kementrian perhubungan lewat Sahbandar yang dibiayai APBN.

BACA JUGA  Ombudsman Maluku Utara Temukan Ada Sekolah di Ternate dan Tikep lakukan Pungutan pada Pengadaan Sarana Siswa

“Nah karena aset itu belum diserahkan kepada pemda Kabupaten Pulau Morotai, maka Pemda tidak bisa mengambil alih perbaikannya. Kewenangan memperbaiki jembatan itu ada di PU Provinsi untuk jembatan kayu dan kewenangan kementrian perhubungan untuk jembatan terapung,” terang Ahdad.

Kata dia, saat ini pihaknya melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk segera memperbaiki kedua jembatan itu atau menyerahkan aset itu ke Pemda Kabupaten Pulau Morotai.

“Kami sebagai kadis perhubungan Morotai melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat (kementrian) agar segera diperbaiki demi kepentingan masyarakat Morotai. Atau mungkin asetnya dapat diserahkan ke pemerintah daerah agar pemerintah daerah dapat melakukan pemeliharaan atau perbaikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga sedang meloby ke kementrian Perhubungan RI agar tahun depan dapat membangun pelabuhan terapung atau dermaga rakyat di desa Daruba Pante.

Saat ini kami sedang melakukan komunikasi dengan kementerian perhubungan lewat balai darat agar tahun depan pemerintah dapat membangun pelabuhan terapung atau dermaga rakyat bertempat di desa Daruba Pante, tuntasnya. (Tir-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah