Pasar SCBD Pemda Halsel Bikin Pedagang Merugi

  • Whatsapp

Halsel, Haliyora.com

Miris nasib para pedagang yang dipaksa berjualan di pasar Saruma Central Bisnis District (SCBD) milik pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Selama berjualan di pasar tersebut, para pedagang susah mendapatkan keuntungan dari hasil dagangannya.

Bacaan Lainnya

Sejumlah pedagang malah mengeluh setelah dipindahkan dari pasar Tembal ke pasar SCBD di Desa Tuokona kecamatan Bacan Selatan, pendapatan mereka setiap harinya makin menurun, karena sepinya pembeli. Bahkan sejumlah pedagang ikan mengaku rugi karena dagangan mereka harus dibuang tidak ada pembelinya.

Sebagaimana pengakuan Nur, salah satu penjual ikan mengaku mengalami kerugian, modal dagangannya saat berjualan di pasar SCBD di desa Tuokona. Karena tak tahan dengan keadaan itu, kini Nur terpaksa berjualan ikan di Pasar Swering (Pasar Ikan lama) di desa Labuha.

Setelah berjualan di pasar swering desa Labuha, Nur mengaku pendapatannya kembali meningkat tiap harinya.

“Torang bajual disini (Pasar Swering) sudah satu minggu, Alhamdlillah dapat hasil bagus, ketimbang jualan di Pasar Tuokona (SCBD) tong pe jualan tara laku baru rugi,” tutur Nur dengan raut wajah terlihat kesal, saat ditemui haliyora.com dipasar swering, Kamis (17/9).

Nur mengaku, setelah kabur dari pasar SCBD dan berjualan di pasar swering Labuha, keuntungan per hari capai 500.000 rupiah sampai 1.000.000 rupiah. Sementara saat masih jualan di pasar SCBD Tuokona tidak dapat keuntungan, belum lagi ongkos Pergi- Pulang dari rumahnya di desa Labuha menuju pasar SCBD di desa Tuokona Rp 40.000 per hari.

“Kalau torang su (sudah) pindah di pasar Tuokona bisa-bisa tong pe ikan akan buang karena sepi pengunjung, bajual disana tara dapa keuntungan rugi modal lagi,”ucapnya sedih saat tahu mereka akan dipaksa pindah oleh Pemda kembali ke pasar SCBD.

Hal sama dialami Ima, pedagang Barito yang juga mengaku dagangannya tidak laku saat berjualan di Pasar Tuokona. Karena dagangannya hanya bisa terjual 200.000 rupiah per hari, bahkan bisa turun sampai 150.000 rupiah perharinya.

“Makanya torang pindah bajual di Labuha, syukur-syukur tong pindah kabawa (Labuha) jualan disini bisa dapat per hari 500.000-700.000”, ungkapnya.

Sayangnya, tak berapa lama kemudian setelah berbagi cerita dengan wartawan media ini, terlihat sejumlah mobil pic up bersama Petugas Satpol PP Pemda Halsel datang mengangkut barang dagangan para pedagang yang berjualan di pasar Swering Labuha, pukul. 16.00 Wit.

Para pedagang akan dipindahkan kembali berjualan di pasar SCBD. Nasib yang sama dialami pedagang pasar Tembal, yang juga diangkut Pemda untuk kembali berjualan di SCBD. (Asbar_2)

Pos terkait