NTP di Malut Naik

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Indeks harga barang dari hasil produksi Petani di Propinsi Maluku Utara (Malut) mengalami kenaikan di bulan Agustus jika dibandingkan bulan sebelumnya (Juli), tahun 2020.

Bacaan Lainnya

Kenaikan harga hasil produksi petani ini terlihat dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Malut, dimana dalam data tersebut, nilai tukar Petani (NTP) di bulan Agustus sebesar 95.82, naik 0.26 persen dibandingkan bulan lalu (juli) sebesar 95.57.

Hal ini disampaikan Kepala BPS Malut Abdurrahman Sahid dalam rilis yang diterima Haliyora.com, Kamis (17/9). Abdurrahman menyampaikan, kenaikan NTP di Malut disebabkan indeks yang diterima petani sebesar 0.26 persen.

Angka kenaikan tersebut didapat dari indeks yang diterima lewat hasil produksi petani pada kelompok subsektor tanaman pangan sebesar 1, 40 persen, subsektor tanaman perkebunan Rakyat sebesar 0,29 persen, dan NTP subsektor perikan sebesar 1,41 persen.

“Semua subsektor mengalami kenaikan kecuali subsektor Hortikultura dan peternakan mengalami penurunan,”ungkap Abdurrahman lewat rilisnya.

Lanjutnya, untuk indeks komsumsi rumah tangga (IKRT) di Maluku Utara pada agustus 2020 terjadi penurunan sebesar 0,03 persen. Ini disebabkan oleh penurunan IKRT pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,09 persen.

Sedangkan untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Petani Malut, mengalami kenaikan pada bulan Agustus sebesar 96,73 atau mengalami kenaikan 0,22 persen jika dibanding bulan sebelumnya (Juli) yang mentok pada angka 96,52. (Riko_2)

Pos terkait