Galela, Maluku Utara – Tokuwela merupakan salah satu tarian adat sakral suku Galela di Halmahera Utara yang sarat akan nilai kebersamaan dan gotong royong. Tarian ini berasal dari dua kata, yakni Toku yang berarti berjalan di atas tangan dan Wela yang berarti ringan. Secara makna, Tokuwela dimaknai sebagai “berjalan ringan di atas tangan”, sebuah simbol saling menopang dan bekerja bersama dalam kehidupan bermasyarakat.
Mantan Anggota DPRD Maluku Utara, Jasmin Rainu saat menjadi narasumber di dialog kebudayaan di Desa Igobula mengatakan bahwa Tokuwela adalah tarian kebersamaan.
“Pada masa lalu, Tokuwela biasa dilakukan saat masyarakat membangun rumah. Menjelang pemasangan atap, warga berkumpul pada malam hari mengelilingi rumah sambil mempertunjukkan Tokuwela, kemudian dilanjutkan dengan bekerja bersama menyelesaikan rumah tersebut. Selain itu, Tokuwela juga digelar pada acara ya konofo atau pelantikan kepala desa serta penyambutan tamu dari Kesultanan Ternate.” Ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Dalam pertunjukan Tokuwela, para pemain laki-laki dan perempuan membentuk formasi saling berhadapan dan berpegangan tangan untuk menopang seorang anak yang berjalan di atas tangan mereka. Pertunjukan ini diiringi musik tifa dan nyanyian yang berisi pesan-pesan moral tentang persatuan, kebersamaan, dan kehidupan bermasyarakat.
Sekitar 40 orang dalam kegiatan tersebut, terdiri dari laki-laki dan perempuan, serta satu orang anak perempuan yang berjalan di atas tangan. Para pemain mengenakan pakaian adat Galela. Perempuan memakai kebaya, kain yang diikat di pinggang. Sementara laki-laki mengenakan baju putih, kain, dan penutup kepala yang disebut tuwala.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!