Begini Cara Warga Igobula di Halmahera Utara Merawat Warisan Leluhur

Galela, Maluku Utara – Dentingan musik tradisional, langkah tarian yang harmonis, dan aroma makanan khas dari kampung Igobula pada pagi itu membangkitkan ingatan akan rumah dan warisan leluhur. Pada Rabu (17/12/2025), masyarakat Desa Igobula, Kecamatan Galela, Halmahera Utara, mengemas kegiatan Hari Jadi Kampung (HJK) dengan menggelar Festival Budaya bertema “Menjaga Rumah, Merawat Budaya Leluhur”.

Festival ini bukan sekadar acara tahunan. Ia menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini, menghidupkan kembali pengetahuan leluhur di tengah arus perubahan zaman yang cepat. Ketua HJK, Fadil M. Djalil, menekankan pentingnya menjaga dan menghidupkan kembali budaya dalam praktik sehari-hari.

BACA JUGA  DP3AKB Halmahera Utara Sikapi Dugaan Penelantaran Anak dan Istri Oleh Oknum Pegawai Bandara

“Budaya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dihidupkan kembali dalam aktivitas kita. Kami mempersembahkan berbagai kegiatan kebudayaan, seperti pembuatan anyaman tradisional sosiru, tapis-tapis, tikar, hingga sosapu, serta makanan khas kampung yang mencerminkan identitas kami,” ungkap Fadil.

Kegiatan ini menyajikan hasil kreasi tangan para ibu-ibu kampung, menampilkan tarian tradisional dan sajian pangan lokal sebagai simbol ketekunan dan kearifan yang diwariskan turun-temurun. Segala sesuatu yang ditampilkan bukan sekadar tontonan, melainkan pengetahuan hidup yang harus terus dirawat dan dijaga kelestariannya.

HJK hadir sebagai ruang bersama untuk menggali dan merawat budaya Galela, khususnya di Desa Igobula. “Kami ingin generasi muda tidak melupakan adat dan tradisi yang diwariskan oleh orang tua. Banyak nilai budaya mulai hilang, dan HJK menjadi wadah untuk menghidupkannya kembali,” tuturnya.

BACA JUGA  Kerek PAD, Pemprov Malut Segera Tertibkan Galian C Ilegal di Halmahera Utara

Fenomena hilangnya pengetahuan tentang adat istiadat di kalangan generasi muda menjadi alasan mendasar didirikannya HJK. Berbagai tradisi bahkan terancam punah akibat perkembangan zaman dan minimnya ruang belajar budaya yang ada di kampung.

Festival budaya kali ini dimeriahkan dengan tarian tradisional, seperti Tarian Cakalele, Tide-Tide, Tarian Menanam Padi, dan Tokuwela. Setiap gerakan tari menyimpan cerita tentang perjuangan, kerja keras, serta hubungan masyarakat Galela dengan alam.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah