Sejumlah Kader Golkar Membelot Lawan Frans di Pilkada Halut

  • Whatsapp

Tobelo, Haliyora.com

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), sejumlah Kader DPD II Partai Golkar Kabupaten Halmahera Utara (Halut), malah berbalik mendukung Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Joel B. Wogono dan Said Bajak (JOS).

Bacaan Lainnya

Padahal, Golkar sendiri mengusung Ketua DPD II Partai Golkar, Frans Manery sebagai Petahana yang berpasangan dengan Muhlis Tapi-tapi.

Pengakuan ini keluar langsung dari mulut Kader DPD II Partai Golkar, Sutikno Haya kepada Haliyora.com. Sutikno yang juga menyatakan keluar dari Golkar. Ia mengaku bahwa keputusan membelot sejumlah kader Golkar dikarenakan tidak setuju dengan sikap Frans Manery yang terlihat lebih mendahulukan kepentingan pribadi. Sikap Frans, akhirnya merugikan sejumlah kader Partai berlambang beringin ini katanya.

“Ada sekitar 15 kader merasa dirugikan dan keluar dari partai golkar, saat ini kami bergabung dengan paslon JOS,” ungkapnya.

Sementara Josias Me, mantan anggota DPRD Halut dari Partai Golkar Dapil Kao, mengaku bahwa alasan dirinya keluar dari Partai Golkar karena selama kepemimpinan Frans Manery dan Muhlis Tapi-tapi (FM-Mantap) banyak janji yang belum ditepati. Selain itu, saat masih menjadi anggota DPRD, dia menilai FM-Mantap banyak menimbulkan apatisme di masyarakat Halut, karena sejumlah aspirasi masyarakat tidak direalisasi dengan baik.

“Saya keluar dari partai golkar, karena saya merasakan sendiri selama saya menjadi DPRD dimasa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati FM-Mantap banyak menimbukan apatisme,” bebernya.

Sementara informasi yang dihimpun Haliyora.com, selain kader partai yang memilih keluar, ada beberapa kader yang dipecat karena diketahui melawan instruksi Partai.

Akan tetapi Informasi pemecatan sejumlah kader beringin itu dibantah oleh Sekretaris DPD II Partai Golkar Herry Hiorumu. Menurut Hery, selama ini tidak ada pemecatan Kader di internal partai, hanya saja beberapa kader memang tidak dimasukkan dalam struktur kepengurusan saat ini.

“Belum ada pemecatan kader, tapi memang ada kader tidak masuk dalam struktur, tapi bukan untuk dipecat. Karena mereka masih diakui sebagi kader,”timpal Herry, saaat dikonfirmasi haliyora.com, selasa (15/9).

Herry menegaskan, Partai Golkar akan ketat melihat proses momentum pilkada Halut 2020, dimana setiap kader harus tunduk dan patuh pada instruksi partai jika tidak mau mendapat sanksi.

Akan tetapi, lanjutnya, Partai tidak akan serta merta memecat kadernya, sebab ada aturan dan mekanisme Partai yang tetap akan dijalankan, yakni dengan teguran pertama hingga ketiga.

“Tapi dalam pilkada kali ini, jika ditemukan ada kader tidak mendukung calonnya yang diusung partai, maka harus dipecat,”tegasnya. (Arafik-2)

Pos terkait