Bawaslu Halut Usut Dugaan Pelanggaran Pendukung FM-Mantap dan JOS

  • Whatsapp

Tobelo, Haliyora.com

Aksi Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan Untuk Demokrasi di Kantor Bawaslu Halmahera Utara, Jumat (11/9) atas indikasi money politic oleh pendukung calon petahana Frans Manery-Muchlis Tapi Tapi, direspon Badan Pengawas Pemilihan Umum Halut.

Bacaan Lainnya

Ketua Bawaslu Halut, Rafli Kamaludin saat dikonfirmasi Haliyora.com menuturkan, aksi yang dilakukan Aliansi mendapatkan apresiasi Bawaslu.

Bagi Rafli, aksi tersebut merupakan upaya mengingatkan Bawaslu agar menjaga integritas dalam proses penanganan setiap perkara pelanggaran Pemilu.

Pihaknya berkomitmen akan melanjutkan perkara dugaan politik uang yang dilakukan oleh pendukung calon petahana di Kantor KPU saat tahapan pendaftaran bapaslon.

“Bawaslu sudah menindaklanjuti, proses klarifikasi dan penyelidikan oleh pihak kepolisian sudah dilakukan,” jelasnya.

Diungkapkan Rafli, terdapat dua kasus dugaan pelanggaran politik uang di Pilkada Halut yang dikantongi Bawaslu, yakni dugaan bagi-bagi uang oleh pendukung calon petahana FM-Mantap dan pembagian sembako oleh pendukung Joel Wogono-Said Bajak (JOS) di Desa Tolonuo Kecamatan Tobelo Utara.

“Kami saat ini tangani dua kasus pelanggaran, yakni bagi bagi uang oleh pendukung FM-Mantap dan pembagian sembako pendukung JOS,” ungkapnya.

Sementara, sambung Rafli, kedua pelanggaran tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya akan terus mendalami bukti otentik.

Bahkan, dalam waktu dekat Bawaslu akan melakukan pembahasan tahap dua bersama Gakumdu, untuk menentukan apakah dugaan pelanggaran money politic ditindaklanjuti sampai pada tahapan penyelidikan.

“Kami belum sampai pada penghujung, kedua kasus pelanggaran masih berjalan sampai pembahasan tahap dua, dan Bawaslu masih dalam konsolidasi bukti,” ujarnya.

Ditegaskan Rafli, penanganan pelanggaran pidana pemilu dugaan politik uang oleh Bawaslu berdasarkan SOP (standar operasional prosedur), bukan atas dorongan publik dan kedua kasus tidak akan kadaluarsa.

“Dijamin kedua kasus tidak akan kadaluarsa karena kami berdasarkan SOP, dan sementara masih dalam pemeriksaan dua kasus dugaan pidana pemilu,” pungkasnya. (Fik-Pm)

Pos terkait