Ternate, Haliyora.com
Pada Sabtu,15 Agustus 2020 lalu, Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Kota Ternate Utara memanggil sejumlah Liaison Officer (LO) untuk dimintai keterangan (klarifikasi) terkait dugaan pemalsuan dokumen dukungan paslon jalur perseorangan Muhdi B. Hi. Ibrahim-Gazali Westplat (Muhdi-Gazali).
Seperti diberitakan media ini, ditemukan 46 dukungan bermasalah terdiri dari 26 orang pemilik KTP yang diketahui telah meninggal dunia, 14 orang menyatakan tidak mendukung dibuktikan dengan menandatangani Form BA.5-KWK, 1 orang PNS, dan 5 orang penyelenggara yang terdiri dari Panwascam, PPL, PPK, PPS dan PPDP.
Terkait temuan 26 pemilik KTP yang telah meninggal dunia, ketua tim LO Gunawan Hatari ketika konfirmasi Haliyora.com, pada Minggu (16/08/2020) malam via tepon, menjelaskan 26 pemilk KTP tersebut sudah diambil tahun lalu (2019), sehingga bisa jadi yang bersangkutan meninggal setelah pengumpulan data dukungan.
“Perlu kami sampaikan, bahwa pengumpulan dukungan untuk calon perseorangan dimulai pada bulan Februari 2019, jadi wajar jika ada temuan data yang meninggal, karena dukungan yang dikumpulkan sudah lama, sehingga bisa jadi setelah itu barulah mereka meninggal. ini bisa saja terjadi,” jelas Gunawan.
Ia menegaskan, data meninggal itu bukan unsur kesengajaan Tim Muhdi-Gazali, namun lantaran data itu sudah lama dikumpulkan.
“Kita kan tidak tahu kapan orang meninggal. Hanya Allah yang tau,”tandasnya.
Ketika disentil soal 14 orang yang tidak menyatakan dukungan, satu PNS dan lima orang penyelenggara terisiri dari Panwas,PPL,PPS PPK,dan PPDP, Gunawan tidak merespon.
Gunawan tidak juga mengklarifikasi saat Haliyora.com kembali menghubungnya, pada Senin (17/08/2020) via telepo dengan alasan sibuk.
“Saya ada sibuk, nanti sudah,”ujarnya menutup percakapan. (Jae)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!