Halut, Haliyora.com
Puluhan Masa menamakan diri Forum Pemuda Kao Teluk menggelar aksi di desa Beringin, Kecamatan Malifut, Selasa (07/07/2020).
Dipelopori pemuda dan mahasiswa, mereka melakukan aksi blokir jalan menuju Tobelo, ibu kota Kabupaten Halmahera Utara. Puluhan masa duduk di tengah jalan sehingga kendaraan yang menuju Tobelo maupun ke Sofifi terhenti.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap Pihak PT. NHM yang dianggap tidak merespon tuntutan masyarakat lingkar tambang.
Perusahan Tambang Emas itu, dinilai telah mengabaikan kewajibannya kepada masyarakat lingkar tambang yang sudah disepakati bersama.
Menurut Ketua Forum Pemuda Kao Teluk, Almin Safi, mereka sudah empat kali menggelar aksi, namun pihak NHM tidak sekalipun merespon aksi mereka.
“Sudah empat kali termasuk hari ini kami gelar aksi. Kemarin (Senin, 05/07/2020) kami gelar aksi di depan Kantor NHM dan meminta Humas atau pimpinan mereka hadir untuk berdialog terbuka terkait kewajiban perusahaan terhadap masyarakat lingkar tambang. Tetapi mereka tidak mau dengan alasan Covid-19. Makanya hari ini kami blokir jalan,”tandas Almin.
Almin menjelaskan, ada enam poin yang menjadi dasar tuntutan mereka dalam aksi tersebut. Enam poin itu, kata Almin merupakan hak masyarakat lingkar tambang yang diabaikan pihak NHM selama ini.
Enam poin yang dituntut mereka itu adalah Transparansi anggaran 1 persen untuk masyarakat lingkar tambang serta mekanisme penyaluran berdasarkan MoU pada tahun 2017 antara NHM, Masyarakat, Pemda dan DPRD halut yang hingga sekarang tidak ada kejelasan.
Ke dua, Laporan terkait pelestarian lingkungan. Ketiga, pembangunan asrama Mahasiswa lingkar tambang, Ke empat, tentang honor guru dan tenaga kesehatan sebesar Rp lima juta per tahun per orang. Ke lima, bantuan pendidikan bagi mahasiswa mulai semester I-14 serta bantuan studi akhir mahasiswa. Ke enam, Pengadaan Bus Sekolah serta renofasi bangunan sekolah di lima kecamatan (lingkar tambang).
“Poin-poin yang kami tuntut dan pertanyakan itu karena sudah disepakati sejak awal berdirinya Perusahan itu yang sampai sekarang tidak ada kejelasannya. Kami sudah lakukan audence dua kali dengan NHM bersama DPRD Halut, namun lagi-lagi tidak ada jawaban pasti. NHM selalu berdalih belum mengantongi data. Itu Masa sudah puluhan tahun mengeruk hasil tambang emas di sini kong belum miliki data lagi tu, tara masuk akal,”tandas Almin mengakhiri. (N. Latu)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!