Ternate, Haliyora.com
Di Kota Ternate, Pembatasan sosial telah dilonggarkan. Kebijakan itu dinamakan New Normal atau sering disebut relaksasi.
Dengan diberlakukan New Normal, Pemkot Ternate berharap ekonomi warga kembali tumbuh setelah terjerembab dihantam Covid-19.
Namun, sudah kurang lebih sepuluh hari sejak new normal diberlakukan, para sopir angkot belum merasakan dampaknya terkait kenaikan pendapatan.
Seperti dikeluhkan Muhammad Ali, sopir angkutan Kota (Angkot) saat berbincang dengan Haliyora.com, Selasa siang (16/06/2020).
Kata dia, pendapatannya sebagai sopir angkot sebelum maupun sesudah new normal sama saja, tidak ada peningkatan. Sehari hanya bisa mendapat pemasukan sebesar Rp100-150 ribu. Itu pendapatan kotor, sebab ia harus menyetorkan Rp70.000 kepada majikannya. Belum lagi mengisi BBM antara Rp 50.000 sampai 100 ribu rupiah.
Padahal kata dia, sebelum darurat Covid-19 , pendapatannya perhari bisa mencapai Rp 400.000.
“Sebelum ada virus Corona satu hari kita bisa dapa Rp 400.000, namun dengan adanya Virus Corona ini, pendapatan menurun jauh. Satu hari hanya bisa dapa 100 ribu sampai 150.000, itu belum potong uang setoran 70 ribu tambah uang minya 50 ribu sampe 100 ribu. Tong berharap dengan adanya new normal ini tong pe pemasukan akan bertambah, padahal sama saja, tara nae-nae. Tong stengah mati,”keluhnya.
Keluhan yang sama diutarakan Ucu, tukang Ojek yang sering mangkal di salah satu pangkalan ojek seputaran Mangga Dua.
Seperti Muhammad Ali, Ucu juga mendapat pemasukan perhari lumanyan banyak sebelum wabah Corona. Ucu mengaku sehari bisa dapat Rp 200 ribu, tapi dalam masa pandemic Covid-19 penghasilannya anjlok. Sebagai tukang ojek sehari ia hanya sanggup menghasilkan Rp 30 ribu, walaupun sekarang ini sudah dibelakukan new normal.
“Biar new normal sudah jalan, tapi penghasilan sebagai tukang ojek bolong nae-nae. Susah dapa penumpang. Jadi kalau kuat ‘bagargaji’ jalan ya bisa dapa sampe 30 ribu. Mungkin masyarakat masih tako-tako kaluar deng tako nae ojek ka apa, soalnya tong dengar orang dapa kana Virus Corona makin banyak to. Jadi harus tong banya sabar, kalau tarada tong bisa jual motor,”ungkap Ucu diselingi canda.
Baik Muhammad Ali si sopir angkot, maupun Ucu si tukang ojek, mereka berharap agar wabah Virus Corona ini cepat selesai agar kehidupan kembali normal seperti dulu. (Sandi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!