Kie Raha Economic Forum 2026: BI Malut Siapkan Transformasi Ekonomi di Luar Tambang

Pada tahun ini, fokus utama diarahkan pada penguatan investasi sektor non-tambang sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan ekonomi Maluku Utara terhadap industri pertambangan.

“Bagaimana kita mengakselerasi investasi terutama pada sektor non-tambang sebagai sektor yang perlu dipersiapkan untuk shifting dan menjadi alternatif pertumbuhan ekonomi baru di Maluku Utara,” katanya.

Handi menilai, Maluku Utara memiliki potensi besar pada sejumlah sektor unggulan di luar tambang, mulai dari perikanan, pertanian, pariwisata, hingga ekonomi berbasis hilirisasi komoditas lokal.

BACA JUGA  Gubernur Malut Copot Dirut RSUD Chasan Boesoirie, BKD Sebut Kandidat Pengganti Satu dari Tiga Wakil Direktur

Karena itu, melalui forum tersebut, BI ingin memperkuat fungsi advisory kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha agar mampu menyusun arah kebijakan investasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Selain menjadi wadah diskusi ekonomi, KREF juga diharapkan mampu meningkatkan awareness pemerintah daerah, sektor perbankan, investor, dan dunia usaha terhadap pentingnya diversifikasi ekonomi daerah.

BACA JUGA  Jaksa Maraton Kasus OPS DPRD, Giliran Sekprov Malut Diperiksa

BI menilai transformasi ekonomi berbasis sektor non-ekstraktif menjadi langkah penting guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, berkualitas, dan tahan terhadap gejolak harga komoditas global.

Dengan penguatan investasi non-tambang, Maluku Utara diharapkan tidak hanya bertumpu pada sektor pertambangan, tetapi juga mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan di masa depan. (RFN/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah