6 Fraksi Seret Nurjaya ke BK, Transparansi Anggaran Dipersoalkan, Hendra: Untung Dia hanya Melapor ke BPK

Dalam praktik demokrasi, kritik internal dan pengungkapan dugaan penyimpangan seharusnya menjadi mekanisme koreksi. Namun, ketika respons yang muncul adalah pelaporan ke BK, muncul kekhawatiran adanya upaya membungkam suara kritis dari dalam lembaga sendiri.

Hendra juga menyinggung kemungkinan eskalasi persoalan jika laporan tersebut dibawa lebih jauh ke aparat penegak hukum.

“Untung-untung dia hanya melapor ke BPK, kalau dia melapor ke APH, seperti KPK, Kejaksaan dan Kepolisian gimana,” tambahnya.

BACA JUGA  Realisasi APBD Baru 64,21 Persen, Pemkot Ternate Dinilai Lamban Eksekusi Program

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa persoalan yang diungkap Nurjaya berpotensi lebih serius dari sekadar pelanggaran administratif, jika benar terdapat unsur fiktif dalam perjalanan dinas.

Di tengah polemik ini, prinsip checks and balances kembali diuji. Hendra menilai, mekanisme terbaik untuk menjawab tuduhan bukanlah dengan melaporkan pelapor, melainkan dengan menghadirkan bukti tandingan.

“Jadi kalau ada laporan seperti itu lawan saja berikan bukti tanding, selesai masalah, supaya ada Checks and balances terkait masalah itu,” kata Hendra.

BACA JUGA  Tomat Tahan Laju Inflasi di Maluku Utara

Ia pun berharap laporan Nurjaya tidak berhenti sebagai polemik internal, melainkan benar-benar ditindaklanjuti secara objektif.

Olehnya itu, ia berharap apa yang dilaporkan oleh Nurjaya dapat diproses. “Jadi pelanggaran etik yang dilakukan Nurjaya ada di mana? Nurjaya datang ke BPK itu lembaga resmi. Jadi mudah-mudahan dengan adanya laporan ini APH juga bisa selidiki sehingga APBD di DPRD itu ada transparansi dan akuntabilitas,” pungkasnya. (RFN/Tim)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah