Ternate, Maluku Utara – Realisasi APBD Kota Ternate per 16 Oktober 2025 tercatat baru mencapai 64,21 persen dari total pagu sebesar Rp 1,111 triliun.
Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Farijal S. Teng, mengungkapkan bahwa lambannya realisasi APBD menunjukkan ada perencanaan yang tidak matang. Selain itu, lemahnya koordinasi lintas OPD dalam mengeksekusi program menyebabkan penyerapan anggaran seret.
“Harusnya di triwulan IV ini Pemkot Ternate sudah bisa menyerap anggaran secara maksimal, sehingga seluruh program bisa berjalan secara baik sesuai dengan perencanaan” kata Farijal kepada Haliyora.id, Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, APBD adalah instrumen pembangunan, jika penyerapannya lambat, maka tentu akan berpengaruh pada program kegiatan di masyarakat.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!