Haliyora.id – Warga Desa Kawasi menyuarakan kekhawatiran atas aksi unjuk rasa yang terjadi pada Kamis pagi (16/4/2026), yang sempat berujung pada pemalangan akses menuju area konstruksi Bandara Soligi.
Aksi yang melibatkan sekitar puluhan orang tersebut berlangsung di sekitar permukiman baru Kawasi dan kantor CSR Harita Nickel, dengan tuntutan terkait klaim lahan di area proyek bandara. Selain orasi, massa juga sempat melakukan pemalangan jalan yang berdampak pada terganggunya akses dan aktivitas masyarakat.
Ketua Masyarakat Lingkar Tambang (Malintang), Bambang Bakir, menyampaikan bahwa kondisi Kawasi selama ini relatif kondusif. Namun, aksi yang terjadi pagi ini dinilai mulai mengganggu ketertiban di desa.
“Selama ini kondisi di Kawasi aman dan kondusif. Tapi dengan adanya aksi tadi pagi, masyarakat merasa terganggu,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini tengah menjaga situasi tetap kondusif, terutama karena adanya agenda keagamaan yang sedang dipersiapkan di desa Kawasi.
Bambang Bakir juga meminta kepada pihak keamanan Polres Halmahera Selatan agar tidak memberikan izin kegiatan dalam bentuk apapun kepada elemen masyarakat yang dapat merusak cipta kondisi kamtibmas di desa Kawasi
“Kami harapkan kepada pihak kepolisian Polres Halsel maupun Polsek Obi agar jangan memberikan izin segala bentuk kegiatan apapun di Kawasi karena kami sebagai masyarakat Kawasi menjaga Kamtibmas untuk saudara-saudara kami yang melakukan persiapan dan proses sidang klasis ke 33 GPM pulau pulau Obi,” tuturnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!