Pemuda Halmahera Barat Pilih Bertani: “Menanam untuk Melawan” Jadi Gerakan Ekonomi Baru di Tengah Ancaman Tambang

Dengan mengolah tanah sendiri, mereka ingin memastikan bahwa potensi alam Halmahera Barat dikelola oleh masyarakat lokal, bukan semata oleh pihak luar.

Lebih dari sekadar kegiatan ekonomi, gerakan ini juga memperkuat solidaritas antar pemuda desa. Proses bertani dilakukan secara gotong royong, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga panen.

Mereka saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan tenaga, menciptakan ekosistem belajar yang kolektif. Hal ini menjadi modal sosial penting dalam membangun pertanian berkelanjutan.

BACA JUGA  KPU Malut : Sudah 45 Parpol Daftar Akun Sipol

“Dari tanah sendiri, dari benih yang ditanam dengan tekun, masa depan bisa tumbuh. Kami ingin membuktikan bahwa harapan itu tidak harus dicari jauh dari kampung,” ujar Tiklas.

Gerakan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya, tidak hanya di Halmahera Barat tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

BACA JUGA  Perpendek Rentang Kendali, DPMPTSP Malut Segera Buka Pelayanan Perizinan di Tiga Daerah 

Di tengah tantangan global seperti krisis pangan dan perubahan iklim, sektor pertanian justru menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan ekonomi dan sosial.

Langkah para pemuda Halmahera Barat ini menunjukkan bahwa transformasi pertanian bisa dimulai dari desa, dari komunitas kecil, dengan semangat besar. (Redaksi)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah