Bobong, Maluku Utara – Warga Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, mengeluhkan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 57 yang tidak lagi sandar di Pelabuhan Jorjoga. Kapal tersebut kini memilih berlabuh di luar area dermaga dengan alasan keselamatan.
Kondisi ini membuat masyarakat yang menggunakan transportasi laut merasa tidak nyaman. Penumpang bahkan harus turun di tengah laut dan dijemput menggunakan perahu kecil untuk mencapai daratan, situasi yang dinilai berisiko terutama saat cuaca buruk.
Salah satu warga Jorjoga sekaligus penumpang kapal, La Samu, mengatakan keputusan kapal tidak sandar di pelabuhan membuat masyarakat merasa keselamatannya terancam.
“Dulu saat kapal sandar di pelabuhan, kami masyarakat Jorjoga dan Taliabu merasa aman. Sekarang kapal tidak sandar lagi, kami seperti mempertaruhkan nyawa, apalagi kalau musim ombak. Kami harus turun di tengah laut dan dijemput dengan perahu kecil,” kata La Samu, Rabu (11/3/2026).
Ia meminta pemerintah daerah hingga pemerintah pusat segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Pemerintah jangan tinggal diam. Ini persoalan serius, pemerintah harus hadir sampai ke desa dan segera mencari solusi sebelum ada korban,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!