Tobelo, Haliyora
Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) periksa dua anggota PPK Kecamatan Tobelo.
Kedua anggota PPK yang diperiksa atas nama Natalino Mairuhu dan Hamjad Tarimo. Keduanya diduga membogkar kotak suara yang disimpan di gudang logistik PPK kantor camat Tobelo, Jum’at malam (Sabtu dini hari).
Beberapa warga sekitar mengatakan, kedua oknum anggota PPK tersebut terlihat memasuki gudang logistik PPK di kantor Camat sekitar pukul 03.40 pagi (Sabtu dini hari). Melihat ada orang memasuki gudang logistik tempat penyimpanan kotak suara pada jelang subuh tersebut, beberapa warga langsung menyergap mereka dan kedua oknum anggota PPK itu nyaris dihakimi warga. Untung keduanya memberikan alasan hendak mengambil leptop di kantor Camat yang juga sekretarit PPK.
Salah satu warga yang ikut menyergap dua anggota PPK pada Sabtu dini hari itu menjelaskan, awalnya ia dan teman-temannya melihat ada gelagat mencurigakan di gudang logistik PPK. Mereka curiga jangan-janagn ada orang yang mau bongkar kotak suara sehingga mereka menyergap. namun ternyata yang ada di dalam gudang itu dua orang anggota PPK dengan alasan mau mengambil leptop. Keduanya nyaris dihakimi warga. Untung ada angota kepolisian yang melakukan tugas jaga di kantor Camat itu sehingga mengamankan situasi.
“Torang curiga dong dua itu mau bongkar kotak suara. Masa jam 03.00 subuh masuk di gudang situ bikiapa. Makanya hampir tong pukul suda. Untung ada polisi yang bajaga di kantor camat kong amankan. Itu pun sempat adu mulut dengan dong dua,” terang salah seorang warga yang tidak mau menyebut namanya, Sabtu (12/12/2020).
Sementara, ketika dikonfirmasi Haliyora pada Sabtu (12/12/2020), Natalino Mairuhu mengatakan bahwa kedatangan dirinya bersama rekannya ke kantor camat pada malam itu hanya untuk mengambil laptop, dan kemudian hendak pulang ke rumah untuk mandi dan akan kembali ke kantor menggantikan rekannya menjaga lokasi pleno.
“Apa yang dituduhkan itu sama sekali tidak benar, karena saya kembali ke kantor Camat hanya untuk mengambil laptop milik saya, Kami selaku penyelenggara bekerja secara normatif dan tidak ada tendensi apa-apa seperti yang dituduhkan,” tandas Natalino.
Terpisah, Ketua Bawaslu, Halit Rafli Kamaludin mengatakan dua anggota PPK yang diduga hendak membongkar kotak suara tersebut telah dipangil Bawaslu untuk mengklarifikasi. Hasil klarifikasi akan disampaikan ke KPU. Rafli juga mengatakan kedua oknum anggota PPK itu sudah diperiksa dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian Polres Halut.
“Intinya persoalan ini kami akan tindak lanjut sesuai ketentuan dan regulasi yang berkaitan dengan netralitas dan integritas penyelenggara. Bawaslu punya kewenangan dalam hal penanganan dugaan pelanggaran,” tandas Rafli
Diketahui, kedua oknum PPK diperiksa Bawaslu Halut sekitar pukul 14.00 WIT di ruangan Gakkumdu Bawaslu Halut, dan hasil pemeriksaan akan disampaikan ke KPU Halut. (fik-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!