Untuk bidang Cipta Karya, lanjut Sherly, pada tahun 2026 akan dilakukan penataan kawasan pariwisata di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, serta di Lelilef, Kabupaten Halmahera Tengah. Selain itu, terdapat pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan.
Di sektor pendidikan, pemerintah juga merencanakan pembangunan dua Sekolah Rakyat (SR), masing-masing di Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, dan Desa Rioribati, Kabupaten Halmahera Barat, dengan total anggaran lebih dari Rp 500 miliar.
“Kami juga mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kepulauan Sula, Halmahera Tengah, dan Pulau Morotai. Selain itu, pada tahun 2025 telah dilakukan renovasi 51 madrasah dengan total anggaran sekitar Rp 108 miliar,” ungkapnya.
Sherly menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat di Sula dan Halmahera Tengah akan dilakukan secara bertahap. Pembangunan sekolah baru harus didahului dengan ketersediaan bangunan eksisting sebagai syarat awal. “Pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan selesai tahun ini agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru,” pungkasnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!