Inflasi Maluku Utara pada Akhir Tahun 2025 Meningkat

Di sisi lain, tiga kelompok pengeluaran mengalami deflasi. Kelompok pendidikan mencatat deflasi terdalam sebesar 19,81 persen, diikuti perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,17 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.

Simon menambahkan, sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi y-on-y, di antaranya bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan, kontrak rumah, beras, bawang merah, bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin (SKM), cabai rawit, minyak goreng, ikan kembung, mobil, buah naga, dan bayam.

BACA JUGA  Ribuan Karyawan Swasta Miliki BPJS Tenaga Kerja Terdaftar di Luar Sula

Lanjut dia, adapun komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain tarif sekolah menengah atas, ikan cakalang, tarif angkutan laut, tomat, terong, cabai merah, bawang putih, tahu mentah, serta air kemasan.

Untuk inflasi bulanan, sambung Simon, komoditas yang dominan mendorong kenaikan harga pada Desember 2025 terdiri dari cabai rawit, bawang merah, bensin, emas perhiasan, tarif angkutan udara, ikan tuna, sigaret kretek mesin, daging ayam ras, serta sejumlah jenis ikan dan sayuran. “Sementara komoditas yang menahan inflasi atau memberikan andil deflasi m-to-m di antaranya ikan malalugis, tarif angkutan laut, pisang, terong, pepaya, ketimun, jeruk, kacang panjang, dan beras,” pungkasnya. (RFN/Red2)

BACA JUGA  Tabrak Truck, Seorang Pelajar SMP Meninggal Dunia
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah