Ternate, Haliyora
Seorang pengendara motor berinsial MST (15) kehilangan nyawanya akibat menabrak sebuah mobil boks di Keluarahan Ubo-Ubo, Kamis (25/02/2021) sekitar pukul 16.20 WIT.
Kasatlantas Polres Ternate melalui Kanit Lakalantas Ipda Mahfud Umagapi.S.HI membenarkan kejadian tersebut.
Ipda Mahfud Umagapi saat dikonfirmasi awak media menceritakan korologis kejadiannya.
Katanya, pengendara motor inisial MST (15) berstatus pelajar SMP melaju dengan motor beat warna putih DG 3784 KG dari arah Barat menuju arah Timur dengan kecepatan tinggi. Ia sempat ditegur beberapa orang tukang ojek yang sementara mangkal di pangkalan ojek untuk tidak ngebut, namun yang bersangkutan tidak menghiraukan. Sesampainya di pertigaan Ubo-Ubo, berpapasan dengan mobil truck BOX dengan nomor polisi DG 8142 UW, yang dikemudikan oleh BS (32). Terkejut dan berusaha mengindari mobil box tersebut, namun MST tak dapat mengendalikan kendaraannya, akhirnya oleng ke jalur berlawanan sehingga menabrak truck Box yang melaju dari Timur ke Barat.
“Akibat tabrakan tunggal itu, pengendara motor inisial MST mengalami luka robek di bagian kepala dan wajahnya. Ia tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate, namun selang sekitar 30 menit kemudian ia dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Ipda Mahfud.
Kanit Lakalantas mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.
“Anggota kami akan melakukan lidik untuk mencari tau, baru kita lanjutkan dengan proses, kita juga periksa saksi-saksi, kumpul semua keterangan dan informasi dulu baru kita olah TKP kemudian kita tindak lanjuti,” terang Mahfud.
Sementara salah satu saksi bernama Achy menjelaskan pengendara motor yang menabrak mobil truck.
“Korban sandiri yang tabrak oto. Saya lihat korban so di bawah kolong oto pas di ban belakang, sementara motornya berada di ban muka dan saya rasa korban so maninggal dunia saat itu,” kata Achy.
Terpisah, randi kerabat korban, saat disambangi di RSUD Chasan Boesoirie mengatakan, korban dalam kesehariannya jarang keluar rumah.
“Anak ini sehari-hari jarang sekali keluar rumah. Dia keluar kecuali pergi ke sekolah atau ada keperluan penting,” ungkap Randi.
Randi menjelaskan, sebenarnya korban ingin mencoba motor yang baru selesai diperbaiki, padahal mengalami kecelakaan dan meninggal.
“Kami keluarga juga tidak punya firasat apa-apa sebelumnya. Hanya dalam tiga hari ini korban selalu putar mangaji dan lagi qasidah, tidak ada yang aneh dengan sepupu saya itu. Motor itu tadi saya baru selesai perbaiki lalu dia mencobanya, padahal mengakibatkan ajalnya,” ungkap Randi sedih.
Meski demikian Randi meminta pihak kepolisian memproses kejadian yang membawa kematian adik sepupunya itu.
“Kami pihak keluarga juga meminta kepolisian agar kejadian ini harus di proses,” pungkasnya. (jae-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!