Tiga Komoditas Dorong Peningkatan Ekspor Maluku Utara di Tahun 2025

Ternate, Maluku Utara – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat nilai ekspor daerah ini pada periode Januari–November 2025 mencapai US$12.841,01 juta atau setara US$12,84 miliar. Angka ini meningkat 28,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar US$9.962,83 juta.

Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, mengatakan lonjakan ekspor terutama ditopang oleh tiga komoditas utama, yakni Besi dan Baja (HS 72) sebesar US$8.098,62 juta, Nikel (HS 75) US$4.075,79 juta, serta Bahan Kimia Anorganik (HS 28) sebesar US$528,88 juta. Ketiga komoditas tersebut menyumbang 98,93 persen dari total nilai ekspor.

BACA JUGA  Disperindag Ternate Dinilai Hanya Kejar PAD, Pasar Dibiarkan Amburadul

“Dari sisi pertumbuhan, ekspor besi dan baja, nikel, serta bahan kimia anorganik meningkat 27,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,”jelas Simon dalam keterangan pers, Senin (5/1/2026).

Secara kumulatif pada Januari–November 2025, seluruh komoditas utama mengalami kenaikan nilai ekspor. Peningkatan tertinggi terjadi pada besi dan baja yakni US$2.095,92 juta atau 34,92 persen, disusul nikel US$650,54 juta atau 18,99 persen. Komoditas logam dasar lainnya (HS 81) melonjak signifikan sebesar US$116,86 juta atau 811,91 persen, dan bahan kimia anorganik naik US$19,39 juta atau 3,81 persen.

BACA JUGA  Misi Saling Jegal La Furia Roja Vs The Three Lions di Final Euro 2024

Sementara itu, ekspor kayu dan barang dari kayu (HS 44) mengalami penurunan sebesar US$846,49 juta atau turun 12,72 persen.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah