Disperindag Ternate Dinilai Hanya Kejar PAD, Pasar Dibiarkan Amburadul

Ternate, Maluku Utara- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate kesal dengan Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang hanya mengejar target retribusi tetapi mengabaikan tata kelola pasar di Kota Ternate.

Padahal sebelumnya, masalah ini sudah berulangkali disampaikan oleh Komisi II DPRD Kota Ternate, namun Disperindag seakan menutup telinga dan tidak menghiraukannya.

Alhasil, sejumlah pedagang di Ternate, mulai dari pedagang ikan, barito sampai dengan pedagang aksesoris malah berjualan di atas trotoar dan di bahu-bahu jalan seperti terlihat di pasar Dufa-Dufa, pasar Gamalama, pasar Bastiong dan pasar Sasa.

Anggota Komisi II DPRD Kota Ternate, Hi. Sudarno Taher saat dikonfirmasi kepada haliyora.id mengatakan, persoalan itu terjadi karena Kepala Disperindag sengaja memberikan kelonggaran dan tidak tegas terhadap pedagang yang ada. Alhasil, para pedagang masih leluasa berjualan di bahu jalan seperti di beberapa pasar tersebut.

BACA JUGA  Pemprov Malut Kucur Dana BOSDA untuk Siswa SMA Swasta Termasuk Sekolah Agama 

“Persoalan penataan pasar di Kota Ternate sangat kompleks sekali. Sebenarnya, ini berangkat dari masalah klasik dari pemerintahan yang lama hingga sekarang. Pemerintahan sekarang sudah berjalan kurang lebih satu tahun tetapi belum bisa dituntaskan soal ini,” kesalnya, Jumat (15/7/2022).

Politisi PKS itu juga menyebutkan, jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan ada pedagang musiman yang juga berjualan tanpa sepengetahuan Disperindag. Dengan begitu, PAD Kota Ternate secara otomatis tidak terdeteksi.

BACA JUGA  Lusa, Ukom Jabatan Sekda Kota Ternate Digelar

“Pemerintah harus mengambil sikap tepat memastikan bahwa pengelolaan pasar ada langkah-langkah konkrit yang dilakukan. Kalau ini dibiarkan, saya khawatir Kota Ternate akan jadi tempat pasar semua,” singgungnya.

Untuk itu Komisi II DPRD Ternate menyarankan kepada Disperindag bila menemukan pedagang yang bandel dan masih berjualan di trotoar atau pun bahu jalan agar dinaikkan tarif retribusinya, sehingga mereka (pedagang, red) bisa kembali ke tempatnya semula.

“Kita tidak serta merta menyalahkan pedagang, namun yang disalahkan seharusnya dari Disperindag, karena tidak serius melakukan pendekatan terhadap pedagang yang ada di Ternate,” tandasnya. (Wan-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah