Hebat ! Dari Kuli Bangunan hingga Tukang Potong Rumput, Ayah di Sula Ini Sukses Kuliahkan Anaknya Lulus Predikat Cumlaude

Sanana, Maluku Utara- Orang tua mana yang tidak bangga melihat anaknya berprestasi. Demikian halnya dengan Marwan Pakaya (45), seorang kuli bangunan, yang menyaksikan anaknya wisuda dengan predikat Cumlaude pada Jurusan Tarbiyah di STAI Babussalam Maluku Utara.

Lelaki paruh baya itu tak kuasa menahan haru ketika putranya, Faris Pakaya (22) dinobatkan sebagai satu dari 14 mahasiswa yang mendapatkan lulusan Cumlaude. Yang membikin ia terisak lagi adalah raihan predikat anaknya itu, diperoleh di tengah-tengah kepungan banjir yang melanda kawasan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula akibat guyuran hujan yang tiada reda beberapa hari ini.

Suasana haru nan gembira ini masih dirasakan Marwan Pakaya saat menyempatkan waktunya bersama wartawan haliyora.id, Biro Sula, Syarif Fatgeapon, Kamis (14/7/2022).

“Kerja keras saya sebagai orang tua hari ini terbayar tuntas saat melihat anak saya diwisudakan dan meraih lulusan terbaik. Alhamdulillah, saya sangat bangga dan bersyukur,” tutur Marwan Pakaya kepada wartawan dengan mata membinar.

Ia mengisahkan, selain kesehariannya sebagai tukang kayu untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah dua orang anaknya, sesekali ia beralih profesi menjadi tukang potong rumput jika pekerjaan yang ia tekuni itu sepi orderan.

“Ketika ada orderan buat rumah, iya dibikin, kalau tidak, saya punya kerja tambahan seperti potong rumput, namun Alhamdulillah semua itu dibayar tuntas dengan anak saya bisa wisuda,” imbuhnya.

BACA JUGA  Pemkab Sula Optimis Pertahankan WTP

Kebahagian juga turut terpancar diraut wajah Faris Pakaya ketika diawawancarai haliyora. Seperti wejangan, siapapun bisa berprestasi tanpa melihat dari golongan apa dan tingkat ekonomi orang tua. Itu pula yang dialami Faris Pakaya, anak sulung dari dua bersaudara ini.

Putra pasangan Marwan Pakaya dan Juwira Manyira ini mengatakan, menjadi anak kuli bangunan di Pohea Kecamatan Sanana Utara Kabupaten Kepulauan Sula, tidak menjadikannya rikuh. Pria kelahiran 23 April 2001 ini justru menorehkan prestasi luar biasa. Faris dinobatkan sebagai satu dari 15 wisudawan Strata Satu (S1) terbaik di jurusan Tarbiyah-Syariah angkatan ke VIII tahun 2022 dari 128 mahasiswa di berbagai jurusan yang diwisudakan STAI Babussalam Maluku Utara, Kamis (14/7/2022) kemarin.

“Alhamdulillah, saya meraih predikat Cumlaude, namun prestasi ini merupakan kerja keras dan doa dari orang tua saya yang selama ini membimbing saya, mendukung saya, meski berlatar dari keluarga kurang mampu, karena bapak saya hanya tukang kayu dan ibu saya hanya ibu rumah tangga biasa,” akuinya.

Sadar dengan kemampuan ekonomi orang tua yang pas-pasan, hal itu tak membuat Faris pantang patah arang demi menempuh jenjang kuliahnya hingga menjadi sarjana.

“Saya tidak menyangka hari ini saya bisa wisuda, awalnya saya berpikir akan putus kuliah namun dengan niat dan dorongan dari orang tua serta keluarga saya, Alhamdulillah hari ini saya lulus dengan nilai yang sangat memuaskan,” kisahnya.

BACA JUGA  Tiga Desa Dihantam Banjir Bandang dan Rob, 2 Ruas Jalan Setapak Ambruk

Ia berharap, apa yang dicapainya kini bisa menular kepada masyarakat terutama bagi para mahasiwa dan pelajar di Desa Pohea.

“Harapan saya kepada seluruh teman-teman di Pohea bahwa sukses itu tergantung dari kita, indikator kampus jauh dan dekat itu sama saja, prestasi itu diraih ketika kita mau berusaha, belajar dan berdoa,” pintanya.

Adapun selain Faris Pakaya, juga terdapat 14 mahasiswa lainnya pada Jurusan Tarbiyah-Syariah yang meraih Cumlaude. Untuk jurusan Tarbiyah antara lain, Marina Buabes, S.Pd asal Desa Fukweu, Isria M. Nasir, S.S.Pd asal Waikafiah, Suranti Kemhay, S.Pd asal Waibau, Nofiana Los’en, S.Pd asal Pas-Ipa, ditambah Fitrianti Sangadji, S.Pd asal Desa Buya, Melinda A Yoisangadji, S.Pd asal Desa Baleha.

Berikutnya, Irna, S.Pd asal Desa Leko Kadai, Riana Umasugi, S.Pd asal Waisakai, Raski Soamole, S.Pd asal Modapia, Trisnawati Suardi, S.Pd asal Kramat, dan Ola Ali Umagapi, S.Pd dari Desa Sanana, dan Surandi Kharie, S.Pd asal Desa Kawadang Kabupaten Pulau Taliabu.

Sementara untuk jurusan Syariah yaitu, Maryanti Tidore, SH asal Desa Waiboga dan Nurul Hidayah, SH Asal Kendari Sulawesi Tenggara. (Sarif-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah