Lanjut Simon, terkait negara tujuan ekspor, Tiongkok masih menjadi pasar utama ekspor Maluku Utara dengan nilai mencapai US$12.251,36 juta atau 95,41 persen dari total ekspor. Berikutnya adalah Jepang sebesar US$244,19 juta (1,90 persen), India sebesar US$217,03 juta (1,69 persen), Korea Selatan sebesar US$67,57 juta (0,53 persen), Belanda sebesar US$43,12 juta (0,34 persen), dan Taiwan sebesar US$17,74 juta (0,14 persen). “Komoditas utama yang diekspor ke Tiongkok masih didominasi oleh besi dan baja serta nikel,” singkatnya.
Menurutnya, kenaikan total nilai ekspor sebesar US$2.878,19 juta dibandingkan Januari–November 2024 didorong oleh peningkatan ekspor ke sebagian besar negara tujuan utama. Ekspor ke Tiongkok naik US$2.745,35 juta atau 28,88 persen, Jepang meningkat US$224,86 juta atau 1.139,40 persen, India naik US$43,09 juta atau 24,77 persen, Belanda meningkat US$15,95 juta atau 58,70 persen, serta Korea Selatan naik US$2,37 juta atau 3,63 persen.
Sementara itu, ekspor ke Taiwan justru mengalami penurunan sebesar US$57,34 juta atau turun 76,37 persen.
BPS juga mencatat nilai ekspor Maluku Utara pada November 2025 sebesar US$1.156,21 juta, turun 22,11 persen dibandingkan November 2024. Seluruh ekspor pada bulan tersebut ditujukan ke Tiongkok.
Selain melalui pelabuhan di Maluku Utara, sebagian ekspor juga dimuat melalui pelabuhan di provinsi lain. Sepanjang Januari–November 2025, ekspor melalui DKI Jakarta tercatat sebesar US$377,10 juta, Jawa Timur sebesar US$13,73 juta, dan Sulawesi Selatan sebesar US$0,14 juta. “Total nilai ekspor yang dimuat melalui pelabuhan di luar Provinsi Maluku Utara mencapai US$390,97 juta atau sekitar 2,96 persen dari total ekspor Maluku Utara,” pungkasnya. (*RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!