Menurutnya, keberhasilan pemerintahan provinsi tidak terlepas dari keberhasilan kabupaten dan kota. Karena itu, koordinasi dan komunikasi antarpemerintah harus dibangun secara kolektif dan berkelanjutan, bukan bersifat personal maupun pencitraan.
“Kita tidak bekerja untuk pencitraan, tetapi untuk melayani masyarakat Maluku Utara. Ini bukan soal legasi saya, tetapi legasi kita bersama sebagai gubernur, bupati, dan wali kota,” tegasnya.
Tauhid menilai, salah satu evaluasi penting yang perlu dilakukan adalah mendorong Gubernur Maluku Utara untuk meluangkan waktu melakukan kunjungan kerja ke seluruh kabupaten dan kota, termasuk Kota Ternate. Ia juga mengungkapkan telah beberapa kali meminta waktu untuk bertemu di tingkat provinsi, namun belum terealisasi.
“Saya tidak pernah bertemu Ibu Gubernur di Ternate karena Ternate bukan ibu kota provinsi. Ibu kota provinsi ada di Sofifi, sehingga saya juga memiliki ruang dan waktu untuk datang ke sana,” katanya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!