Menurutnya, Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada tujuh kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,01 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 4,67 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,39 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,27 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,52 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,37 persen, serta kelompok transportasi sebesar 0,55 persen.
“Sementara empat kelompok mengalami deflasi, yaitu kelompok pendidikan sebesar 19,71 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,93 persen, kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,25 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen,” paparnya. (RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!