Sofifi, Maluku Utara – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengungkapkan bahwa realisasi anggaran pemerintah provinsi hingga saat ini baru mencapai 65 persen. Dengan sisa waktu kurang dari sebulan menuju akhir tahun anggaran 2025, pemerintah masih harus menyelesaikan sekitar 35 persen belanja daerah.
Menanggapi hal tersebut, Akademisi Universitas Khairun Ternate, Dr. Azis Hasyim, menekankan pentingnya percepatan penyerapan anggaran. Ia menyebutkan bahwa 35 persen sisa anggaran merupakan nilai yang sangat besar, mencapai miliaran rupiah yang apabila terserap akan berdampak langsung pada pembangunan dan perekonomian daerah.
“Jika dilakukan penyerapan secara signifikan, maka akan memberi implikasi positif bagi akselerasi pembangunan dan perekonomian Maluku Utara,” jelas Azis Hasyim, Kamis (27/11/2025).
Meski mendukung langkah percepatan, Azis mengingatkan agar upaya Gubernur Sherly tetap memperhatikan syarat dan ketentuan realisasi anggaran supaya tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administratif di kemudian hari.
“Hemat saya, gubernur perlu segera mengevaluasi organisasi perangkat daerah (OPD) dengan tingkat serapan yang masih rendah dan mengidentifikasi apa permasalahannya. Dengan begitu, akar masalah pada OPD bersangkutan dapat diselesaikan,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!