Ternate, Maluku Utara – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mengakui kehabisan cara untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama setelah adanya pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD). Pernyataan ini memicu respons dari kalangan akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.
Dosen Ekonomi Unkhair, Mukhtar A. Adam, menilai fenomena ini menarik karena mencerminkan dilema antara kebutuhan fiskal pemerintah dan daya beli masyarakat.
“Jika Pemda tidak terlalu agresif dalam menggenjot PAD, itu sebenarnya bisa berdampak positif karena menjaga daya beli masyarakat,” ujar Mukhtar kepada media, Selasa (14/10).
Namun demikian, ia menegaskan bahwa Pemkot tidak seharusnya menutupi kekurangan dana akibat pemotongan transfer pusat hanya dengan mengandalkan PAD.
“Pemerintah perlu mengevaluasi dan mengoptimalkan potensi penerimaan dari sektor-sektor besar, seperti hotel berbintang,” tambahnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!