Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa salah satu penyebab kapal tidak bisa digunakan adalah karena kaki salah satu mesin sudah patah, kerusakan yang terjadi sejak masa jabatan sekwan sebelumnya, yakni Yuli Umanailo. “Speed boat ini rusak sudah melewati dua kali pergantian Sekwan,” jelas Ali
Terkait anggaran perbaikan, Ali menegaskan bahwa tidak ada anggaran rehabilitasi untuk speed boat tersebut, dan hingga kini juga belum ada rencana resmi untuk memperbaikinya.
“Untuk speed boat besar ini, anggaran rehab tidak ada sama sekali dan belum ada rencana ke arah itu. Sekarang yang sementara dikerjakan adalah rehabilitasi speed boat kecil yang sudah berlangsung sekitar dua minggu,” pungkasnya. (RMT/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!