Menurutnya, di balik catatan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, masih banyak persoalan mendasar yang dialami masyarakat. Mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak, hingga masih banyak warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Bayangkan, hasil tambang diangkut keluar setiap hari, tapi jalan kami rusak, jembatan sulit dilewati. Bahkan ada masyarakat yang harus menunda makan. Ini fakta yang harus kita jawab bersama,” tegasnya.
Sarbin menekankan perlunya diversifikasi ekonomi di Maluku Utara. Potensi sektor perikanan dan pertanian, menurutnya, masih jauh dari kata optimal, padahal sektor inilah yang berpeluang memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kita bangga pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tinggi, tapi kita tidak bangga kalau rakyat masih belum merasakan manfaatnya. Itu sebabnya kolaborasi pemerintah dan swasta harus diarahkan untuk menghadirkan pembangunan yang sesungguhnya masyarakat yang bahagia, hidup layak, dan sejahtera,” ujar Sarbin. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!