Dua KMP di Ternate Beroperasi Mandiri, Keluhkan Modal Usaha

Abd Kadir mengatakan, KMP Tabona memiliki 24 unit usaha atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang mencakup bidang pertanian, perdagangan, jasa keuangan, hingga pengiriman barang. Beberapa unit yang sudah mulai digerakkan antara lain penjualan sayur, tanaman hortikultura, serta pembuatan suvenir seperti gantungan kunci dan kipas untuk acara pernikahan.

“Kalau dikategorikan, unit usaha kami mencakup bidang sosial, pendidikan, pertanian, perdagangan, dan jasa. Hampir semuanya sudah kami persiapkan,” ujarnya.

BACA JUGA  Gaji Honorer Pemda Haltim Tahap II Terkendala Usulan SKPD

Ia menambahkan, seluruh administrasi KMP Tabona telah rampung, termasuk proposal pengajuan dana yang telah diserahkan ke Bank Himbara sejak 1 Juli 2025.

“Intinya, semua dokumen sudah lengkap. Kami hanya menunggu realisasi anggaran. Harapannya, dalam APBN Perubahan bulan Oktober ini, dana untuk KMP bisa segera dicairkan,” harap Abd Kadir.

Ia juga menyampaikan keluhan dari para pengurus koperasi yang frustrasi akibat lambatnya pencairan anggaran.

BACA JUGA  Warga Maluku Utara tak Perlu Cemas, Stok dan Harga Bapok Aman Hingga Lebaran Idul Fitri

“Rata-rata para ketua KMP mengeluhkan hal ini. Terlalu banyak waktu yang terbuang menunggu pendanaan. Dari pembentukan di bulan Mei hingga sekarang Oktober, belum ada kejelasan dana,” pungkasnya. (RFN/Red2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah