Ia juga mengakui, masih minimnya payung regulasi, keterbatasan Bahan Medis Habis Pakai, keterbatasan sarana prasarana dan biaya operasional menjadi faktor penghambat masih rendahnya capaian CKG di Provinsi Maluku Utara.
“Untuk itu, pihaknya meminta secara khusus di forum yang terhormat ini, kepada seluruh Wakil Kepala Daerah yang hadir untuk bersinergi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam rangka melakukan langkah intervensi permasalahan diatas,” tungkasnya.
Sementara soal kemiskinan berdasarkan data dari Bappeda Maluku Utara yang disampaikan Kepala Bappeda Sarmin Adam, jumlah penduduk miskin Maluku Utara berada di angka 1.405.682 jiwa naik 1 persen atau bertambah 11.451 dari tahun 2024.
Begitu juga terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih, Kepala Dinas Koperasi UKM Maluku Utara, Wa Zaharia, menyatakan kinerja sempurna dengan prosentase pembentukan KDMP Maluku Utara mencapai 100 persen atau 1.185 Koperasi Desa/Kelurahan telah terbentuk.
“Begitu juga dengan penerbitan SK Satuan Tugas telah mencapai 100 persen,” jelasnya.
Untuk masalah stunting, Pemerintah melalui BKKBN memiliki program Gerakan Orang Tua Asih Cegah Stunting (Genting). Program ini menjadi garda terdepan mewujudkan masyarakat bebas stunting.
BKKBN Malut memaparkan, capain Genting di Maluku Utara menunjukkan catatan signifikan sebesar 77,3 persen dengan rincian jumlah sasaran yang menerima sasaran 1.667 orang.
Menutup rapat, Sarbin Sehe menegaskan pentingnya langkah nyata di lapangan. “Kita ingin program nasional mendapat porsi implementasi yang tepat di Maluku Utara. Dengan komitmen bersama, MBG bisa berjalan baik, koperasi tumbuh sehat, stunting bergerak positif dan kemiskinan bisa diatasi,” pungkasnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!