Akhir Kisruh Pecah Kongsi di Komisi II DPRD Malut, Usulan 8 Fraksi ‘Karam’

Ikbal berharap, situasi ini menjadi bahan evaluasi internal untuk meningkatkan fungsi dan tugas Komisi II, yang juga membidangi pendapatan daerah. “Tugas komisi dua kan berat, menyangkut dengan pendapatan, untuk itu kita berharap apapun yang menjadi permasalahan kemarin itu menjadi catatan sehingga ini bisa diperbaiki,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya transparansi dalam kepemimpinan Yulin Mus agar dapat memperbaiki hubungan antar anggota.

Tak hanya itu, Ikbal juga meminta agar Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Malut, Ali Sangaji, berperan aktif untuk memberikan masukan sebagai upaya menjaga moral, martabat, dan kredibilitas anggota demi integritas lembaga

BACA JUGA  Tekan Covid-19, Polres Sula Lakukan Operasi Prokes

“Di dalamnya ada wakil ketua komisi, ada sekretaris, pak Ali Sangaji selaku senior sekaligus Ketua BK DPRD Malut, juga bisa memberikan masukan dan pimpinan harus terbuka. Jika ada kurang, mari bersama agar saling membantu untuk menutupi kekurangan tersebut,” tutup Ikbal.

Di sisi lain, Said Banyo dari kubu kepemimpinan Komisi II Aksandri Kitong ketika ditanya mengenai hasil mediasi tersebut, dirinya tak berkomentar banyak. “Belum,” jawab Wakil Ketua Komisi II ini.

BACA JUGA  Sibualamo, Titik Jumpa Kemanusiaan

Sementara itu, Koordinator Komisi II Husni Bopeng, saat dihubungi media ini melalui pesan WhatsApp, membenarkan bahwa rapat yang diselenggarakan telah membuahkan hasil kesepakatan.

Kesepakatan ini kata dia, setelah ketiga pimpinan DPRD Maluku Utara bersama anggota Komisi II merembuk untuk mengakhiri gonjang-ganjing yang terjadi di internal Komisi II. “Jadi, tiga pimpinan telah bersepakat untuk Komisi II melanjutkan Yulin hingga 2,5 tahun sesuai Tatib DPRD Malut,” ungkap Husni.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah