Turun Demo, Samurai Adu Jotos dengan Satpol PP Morotai

Olehnya itu, yang menjadi harapan pihak korban agar masalah ini segera ditindak menyangkut dengan perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan seksual sebagaimana sudah jelas dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Sementara dalam pantauan media ini, dalam aksi itu sempat terjadi kericuhan dan adu jotos antara masa aksi dan pihak Satpol PP. Namun, insiden tersebut tidak berlangsung lama karena sudah dihadang atau diamankan oleh anggota Polres Pulau Morotai yang mengawal aksi tersebut.

BACA JUGA  Penyelesaian Piutang Perumda Ake Gale Baru Capai Rp 400 Juta dari Total Rp 9 Miliar

Meski demikian, akibat dari insiden tersebut, salah satu masa aksi diduga mendapat pukulan dari anggota Satpol PP sehingga mulutnya berdarah. “Kami kecam tindakan Satpol PP karena salah satu teman kami Jufan Umasangaji mulutnya berdarah, karena diduga mendapat pukulan dari anggota Satpol,” terangnya.

Menurutnya, kericuhan tadi berawal dari pihak Satpol PP yang memprovokasi masa aksi. “Saya rasa pihak Satpol PP tidak mengerti kami. Jadi aksi bakar ban ini bagian dari ekspresi kami. Bukan berarti kami buat kericuhan, itu hanya tindakan ekspresi dalam bentuk protes terhadap pemerintah. Maka, Ia menegaskan bahwa kericuhan ini karena satpol yang memulai,” tegasnya. (RF/Red2)

BACA JUGA  Alasan Masih Rekap, Capaian PAD Halsel 2021 Belum Diketahui
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah