Sherly-Sarbin Jadikan Sofifi Kota Metropolitan, Pengembangan Gunakan Skema PSN

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa DPRD Maluku Utara juga berharap pembangunan Sofifi dapat mendukung aktivitas perkantoran serta sarana prasarana bagi masyarakat yang tinggal di Ibu Kota.

“Kami ingin memastikan bahwa Sofifi dibangun dengan infrastruktur yang memadai, sehingga target kita dalam lima tahun ke depan adalah menciptakan infrastruktur yang sesuai untuk Ibu Kota,” ungkap Sarbin.

Namun, tantangan besar kini dihadapi oleh Pemprov Maluku Utara, terutama dalam proses negosiasi untuk meyakinkan para investor agar mau menanamkan modal di sektor perhotelan.

BACA JUGA  Pemprov Malut Target 700 Unit RTLH Terbangun di 2025

Sarana pendukung seperti Bandara Loleo, yang diharapkan dapat menjadi penghubung antara pemerintah pusat dan daerah, juga masih menghadapi ketidakpastian akibat kurangnya hasil dari negosiasi yang dilakukan Pemprov Malut.

“Kami saat ini sedang melakukan negosiasi dengan berbagai calon investor untuk membangun perhotelan dan bandara. Namun, sampai saat ini, hasil dari negosiasi tersebut belum memuaskan,” tutup Sarbin.

BACA JUGA  Tok! DPRD Maluku Utara Sahkan Perda RPJMD 2025-2029 

Diketahui, Loleo merupakan salah satu desa di Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, yang masih berada satu kawasan di Kota Sofifi. Pada tahun 2023, Pemprov di masa pemerintahan Abdul Gani Kasuba dan M. Al Yasin Ali, merencanakan pembangunan bandara di Loleo. Awal pembangunan dimulai dengan pembebasan lahan. Adapun lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan bandara ini seluas 400 hektar namun yang dibebaskan baru 200 hektar.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah