Meski begitu, Wali Kota Tidore Kepulauan yang akrab disapa Ayah Erik ini tetap membuka ruang dialog. Ia mengajak Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk membahas isu DOB Sofifi dalam forum resmi DPRD Kota Tidore Kepulauan demi menghindari konflik horizontal di masyarakat. “Mari kita tunjukkan sikap kepemimpinan yang bijak dan dewasa. Saya mengundang Pemerintah Provinsi untuk hadir dan duduk bersama di forum resmi DPRD Tikep. Di sanalah tempatnya membicarakan hal penting seperti ini,” ajaknya.
Lebih lanjut ia juga memberi saran kepada aliansi yang mengatasnamakan Majelis Rakyat Sofifi (Markas) agar tidak menimbulkan hal-hal tidak diinginkan. Baiknya tuntutan DOB diajukan langsung ke DPRD Tikep sebagai masukan untuk dikaji secara bersama.
“Jadi kelompok yang mendesain DOB langkah sebaiknya menyampaikan hal ini secara resmi dan tertulis ke DPRD Kota Tikep yang memiliki kewenangan penuh untuk memproses tuntutan DOB, jangan lagi menciptakan polemik yang berkepanjangan karena kita hidup di NKRI, sebagai negara hukum maka mekanisme dan tata cara bernegara itulah yang harus kita ikuti,” tutupnya. (RFJ/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!