Ternate, Maluku Utara- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate menganalisis cuaca berdasarkan pantauan angin dilapisan 3000feet.
Dalam rilis BMKG yang disampaikan parakirawan Dewi Makhrantika Madiong, S.Tr kepada Haliyora, Selasa (14/09/2021), disebutkan terdapat angin konvergen di wilayah Maluku Utara.
Hal tersebut diakibatkan adanya Palung yang terbentuk di Samudera Pasifik sebelah Timur Laut Maluku Utara dan Typhoon “CHANTU” (980 HPA, MAX 65KT) di bagian Utara semakin menjauhi wilayah Filipina. Kondisi tersebut diiringi dengan tingginya anomali Suhu Muka Laut sebesar 1 – 3 °C di Wilayah Perairan Malut dan adanya gelombang Tipe Low Frequncy.
Disebutkan Dewi, nilai kelembaban udara (RH) di wilayah Maluku Utara pada lapisan 850mb, 700mb dan 500mb berkisar antara 80-100% serta nilai SOI yang cukup signifikan (+8.0) juga mempengaruhi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia Timur cukup signifikan.
“Kondisi tersebut menyebabkan terbentuknya awan konvektif (Cumulonimbus) yang mengakibatkan terjadinya hujan sedang hingga lebat di Wilayah Maluku Utara,” jelasnya.
Dewi menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus waspada, apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat lagi, masyarakat diminta untuk menjauh dari tubuh air (misal sungai, pantai, danau, embung dan waduk) dan dari lereng rawan longsor.
“Selain itu, guna mencegah terjadinya banjir semakin memburuk, disarankan untuk bekerjasma membersihkan saluran irigasi di setiap tempat jika ada,” tutupnya. (wan-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!