Halsel, Maluku Utara- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Halmahera Selatan, memberlakukan Sistem Informasi Sekolah (Sipla) dalam membelanjakan dana Bos Afirmasi di 157 Sekolah di Halsel, baik SD maupun SMP.
Itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halsel, Safiun Radjulan, saat diwawancarai Haliyora di ruang kerjanya, Rabu, (15/9/2021).
Safiun menjelaskan, sebelumnya dana Bos Afirmasi kebutuhan sekolah itu dibelanjakan secara manual lewat kordinator setiap wilayah. Namun mulai sekarang belanja kebutuhan sekolah menggunakan dana Bos Afirmasi harus melalui Sistem Informasi Sekolah (Sipla) sehingga pajak barang dan asset juga bisa terdeteksi secara baik.
“Kebijakan belanja Sipla ini agar membimbing dan mendampingi kepala sekolah yang membelanjakan Bos Afirmasi sehingga meminimalisir timbulnya masalah tunggakan pajak dan memudahkan pendataan aset sekolah,” terangnya.
Safiun menyebutkan, dana Bos Afirmasi sebesar Rp 6 miliar akan dibagikan ke 157 sekolah, baik SD maupun SMP. “Masing-masing sekolah kebagian Rp 40 juta untuk belanja barang yang dibutuhkan guna mendukung asesmen sekolah.
“Dana afirmasi sebesar Rp enam miliar lebih diberikan ke 157 sekolah di Halsel. Tiap sekolah dijatahi Rp 40 juta rupiah untuk membelanjakan kebutuhan sekolah menggunakan Sipla bukan manual,” ujarnya.
Dana Bos Afirmasi, sambung Safiun, untuk belanja server komputer, infokus serta pegadaan barang kebutuhan sekolah untuk mempersiapkan pendukung asesmen sekolah.
Dijelaskan, belanja melalui Sipla dimaksud adalah barang datang langsung didata dan dicocokkan spesifikasi dari masing-masing sekolah untuk masuk asset Dinas Pendidikan.
Sementara, sejumlah Kepsek SD dan SMP yang diwawancarai terpisah, Rabu (15/09/2021), mengaku belanja secara manual lebih gampang ketimbang melalui Sipla.
“Belanja secara manual lebih simple, gampang dan pengurusannya lebih mudah, sedangkan belanja melalui Sipla pengurusannya ribet dan menyita waktu. Bayangkan torang sudah satu minggu lebih datang antrian di kantor tapi belum selesai-selesai. Sebenarnya sosialisasi minggu lalu disetujui belanja secara manual, tiba-tiba ada perubahan serentak sehingga pengurusan juga cukup menyita waktu,” ujar mereka tanpa mau menyebut identitas. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!