Meskipun Galela berada di dekat danau, masyarakat setempat enggan mengonsumsi air dari danau tersebut. Mereka lebih memilih air yang disalurkan melalui PDAM meskipun saat ini tidak mengalir.
“Kami memang hidup di atas air, tetapi air yang kami konsumsi adalah dari PDAM. Air danau sudah tercemar banyak sampah dan eceng gondok, sehingga kami ragu untuk mengonsumsinya,” kata salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya, Jumat (13/6/2025).
Sementara itu, pihak PDAM Halmahera Utara yang dikonfirmasi mengenai kondisi ini enggan memberikan jawaban pasti. Mereka berdalih informasi apapun yang keluar dari PDAM harus melalui pimpinan mereka. Sementara Dirut PDAM sendiri sulit ditemui.
“Beliau belum masuk kantor. Kami sedang memesan mesin di luar negeri, untuk informasi selengkapnya nanti tanya ke pimpinan,” begitu kata salah satu staf PDAM Halmahera Utara kepada wartawan. (Mg02/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!