Dalam dua bulan terakhir ini di Gubernur Sherly Tjoanda, lanjut ci Umi, omzet para pedagang yang bertahan di lokasi ini terbilang naik apalagi TPP ASN cair.
“Memasuki dua bulan terakhir ini, pendapatan saya agak lumayan. Tanpa momen besar pun, saya bisa mendapatkan Rp 1,6 juta per hari. Ini semua berkat TPP pegawai,” jelasnya.
Pendapatan dari hasil usaha UMKM ci Umi memang terbilang fantastis dalam dua bulan terakhir, namun satu hal yang tak bisa dipungkiri adalah kurangnya pesaing lain yang membuka dagangan mereka di tempat ini. Sebab, dari 31 warung yang dibuka semasa Gubernur AGK, yang bertahan sampai sekarang hanya 10 unit saja, sedangkan sisanya gulung tikar.
“Banyak UMKM yang sudah tutup karena sepinya pelanggan. Di zaman AGK, semua warung buka, tapi sekarang tinggal 2 warung di belakang dan 8 di depan yang masih bertahan. Hal ini sangat dipengaruhi oleh penurunan pendapatan mereka,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!