Sofifi, Maluku Utara – Keberadaan dan daya saing UMKM di Kota Sofifi, khususnya kawasan Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH), tepatnya di depan kantor DPRD Provinsi Maluku Utara, tampaknya menjadi tantangan tersendiri.
Meskipun ada peningkatan pendapatan di beberapa pelaku usaha, banyak yang harus menghadapi kenyataan pahit. Tak sedikit para pelaku usaha di lokasi ini terpaksa menutup usaha mereka.
Para pelaku UMKM di depan kantor DPRD Maluku Utara, mengaku pendapatan mereka fluktuatif tergantung jumlah pengunjung. Walau begitu, omzet pelaku usaha di lokasi tersebut belakangan ini mengalami peningkatan pesat. Kurangnya pesaing lain di lokasi ini disinyalir menjadi penyebab utama omzet pelaku usaha yang bertahan ini mengalir deras.
Salah satunya dirasakan oleh Ci Umi, pelaku UMKM di depan kantor DPRD Malut. Kata dia, omzet yang diperolehnya semasa Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) tergantung momen-momen tertentu yang diadakan Pemprov di Sofifi.
“Kalau di masa AGK, pada momen-momen tertentu kami bisa merasakan kenaikan pendapatan. Misalnya, saat ada acara besar, pendapatan bisa meningkat signifikan. Akan tetapi, saat hujan tanpa adanya momen tersebut, pendapatan rata-rata hanya sekitar Rp 400 ribu. Sebaliknya, jika tidak hujan dan tanpa momen, pendapatan bisa mencapai Rp 1,3 juta,” cerita ci Umi kepada wartawan, Rabu (28/5/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!