“Kita sedang mengalami krisis iklim yang nyata. Maka hutan tidak bisa lagi dipandang hanya sebagai aset lingkungan, tetapi juga sebagai bagian vital dari pertahanan negara,” ujarnya.
Irfan menjelaskan bahwa hutan Morotai memiliki fungsi ekologis penting, seperti menjaga kestabilan iklim lokal, menyimpan air, mencegah bencana alam, serta menunjang kehidupan masyarakat di sekitarnya. Dalam konteks ancaman non-militer, perlindungan ekosistem hutan justru menjadi bentuk pertahanan strategis yang tak kalah penting dibanding kekuatan militer konvensional.
“Menjadikan hutan Morotai sebagai lokasi latihan militer justru kontradiktif dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketahanan masyarakat,” kata Irfan.
Ia pun mempertanyakan transparansi proses penetapan lokasi latihan militer tersebut.
“Mengapa harus hutan Morotai? Bagaimana metode kajiannya? Apakah keputusan ini telah melibatkan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Morotai, sehingga Gubernur berani menyetujuinya?” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!