Daruba, Maluku Utara – Rektor Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai, Irfan Hi. Abd Rahman, angkat bicara soal perencanaan kawasan hutan Pulau Morotai dijadikan sebagai lokasi latihan militer.
Rektor Irfan mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh dilakukan tanpa melalui kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang komprehensif dan transparan.
“Hutan Morotai memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi yang vital bagi masyarakat lokal, apalagi rencana latihan ini juga dilakukan di kawasan lindung,” jelas Irfan.
Menurutnya, kegiatan militer di kawasan hutan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial. Karena itu, setiap keputusan terkait penggunaan hutan harus didasarkan pada kajian lingkungan yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Morotai serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!