Ia mencontohkan, dari sepuluh ekor ikan tuna berukuran rata-rata 20 kg, hanya satu ekor yang dihargai sesuai standar ekspor, sementara sisanya dihitung sebagai ikan lokal dengan harga jauh lebih rendah.
Menurutnya, idealnya harga ikan tuna di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 48 ribu per kilogram. Penurunan harga ini disebut sangat memprihatinkan bagi kesejahteraan nelayan. “Kami hanya minta agar setelah tangkapan tiba, langsung ditimbang di tempat. Meski belum dibayar, setidaknya kami tahu kualitas dan harga ikannya sejak awal,” tegasnya.
Menanggapi masalah itu, Bupati Rusli Sibua meminta nelayan bersabar, dan ia menegaskan bahwa Pemda akan berupaya mencarikan solusi terbaik. “Apa yang menjadi keinginan masyarakat, itulah juga keinginan pemerintah daerah. Kita siap tampung aspirasi, tanpa harus lewat aksi. Kami ingin semua bisa diselesaikan dengan dialog dan komunikasi yang baik,” tandas Rusli.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!