Wakil Bupati Morotai, Rio Christian Pawane, menambahkan bahwa adanya indikasi permainan harga oleh perusahaan yang saat ini memonopoli di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Ia memastikan, ke depan akan ada perusahaan-perusahaan baru yang masuk dan membawa sistem serta harga yang lebih bersaing.
“Perusahaan di SKPT sekarang cuma satu. Tapi sebentar lagi akan ada perusahaan baru. Prosedurnya juga akan kita atur agar lebih adil,” kata Rio.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda yang juga Kepala Dinas Perhubungan, Ahdad Hi. Hasan, membenarkan penurunan harga ikan tuna yang dikeluhkan nelayan. Menurutnya, proses distribusi yang lambat menyebabkan ikan kehilangan kualitas, sehingga nilainya turun.
“Ikan seharusnya langsung ditimbang saat diterima. Kalau dibawa dulu baru ditimbang setelah beberapa hari, tentu kualitas menurun,” ujarnya.
Pemda Morotai juga berjanji akan menindaklanjuti persoalan ini demi memastikan kesejahteraan nelayan tetap terjaga dan harga jual ikan kembali stabil. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!